• Ming. Apr 19th, 2026

SMP ANNUR Bululawang

Mencetak Generasi Milenial Sholihin Sholihat

Wujud Khidmah, Guru dan Karyawan SMP An-Nur Komitmen Sukseskan Pengajian Rutin Ahad Legi

MALANG (19/4) – Sinergitas antara satuan pendidikan dan pesantren kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SMP An-Nur. Seluruh guru dan karyawan SMP An-Nur secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap rangkaian program Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, salah satunya melalui partisipasi aktif dalam agenda Pengajian Rutinan Ahad Legi.

Kegiatan yang menjadi magnet spiritual bagi santri dan masyarakat ini diawali dengan pembacaan Tahlil dan Istiqhosah yang berlangsung khidmat. Dipimpin langsung oleh Kyai Samsul Arifin, lantunan doa bersama ini ditujukan untuk keberkahan keluarga besar pesantren serta keselamatan bangsa.

Siraman Qolbu dari Para Tokoh

Puncak acara diisi dengan penyampaian materi pengajian yang menghadirkan dewan pembina (pengasuh PP. Wisata An-nur 2 Bululawang Malang) dan tokoh-tokoh karismatik, di antaranya:

  • Kyai Fathul Bari (Kitab Bukhori Muslim)
  • Kyai Zainuddin
  • Habib Ja’far bin Utsman Al Jufri (Khodimul Majelis JMC)

Kehadiran para pemateri tersebut memberikan nutrisi spiritual bagi seluruh hadirin, termasuk para guru dan karyawan yang hadir sebagai bentuk tabarrukan (mencari berkah) dan dukungan terhadap visi besar pesantren.

Pendampingan Akademik-Spiritual di Kamar Santri

Menariknya, dukungan guru SMP An-Nur tidak hanya berhenti pada kehadiran fisik di majelis. Sebagian guru mendapatkan tugas khusus untuk mendampingi para siswa/santri di kamar masing-masing.

Pendampingan ini dilakukan agar para siswa dapat menyerap ilmu secara maksimal dengan cara meringkas materi pengajian yang disampaikan oleh para pemateri melalui pengeras suara atau media siaran pesantren. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam pengajian dapat terdokumentasi dengan baik dalam sanubari dan catatan para siswa.

“Kehadiran kami adalah bentuk khidmah kepada pesantren. Kami ingin memastikan bahwa antara pendidikan formal di sekolah dan pendidikan spiritual di pondok berjalan beriringan,” ujar salah satu perwakilan guru.

Dengan adanya kolaborasi yang erat ini, SMP An-Nur membuktikan bahwa peran tenaga pendidik tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga menjadi pilar pendukung utama dalam membentuk karakter santri melalui program-program kepesantrenan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *