MOJOKERTO (23/12) – Dalam upaya memperdalam pemahaman sejarah dan spiritualitas siswa, Kelas Program Reguler SMP An Nur Bululawang menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas Sejarah Islam Nusantara. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa ini menyasar dua lokasi bersejarah penting di Jawa Timur, yakni Museum Trowulan dan Makam Syekh Jumadil Kubro, Troloyo.
Menyatukan Sejarah Budaya dan Agama
Perjalanan dimulai di Museum Trowulan, di mana para siswa diajak melihat langsung artefak peninggalan kerajaan Majapahit. Destinasi kemudian dilanjutkan ke situs religi makam Syekh Jumadil Kubro, sosok yang dikenal sebagai salah satu pelopor dakwah Islam di tanah Jawa jauh sebelum era Walisongo.
Kegiatan ini bukan sekadar wisata religi biasa. Para siswa tampak antusias mengamati benda bersejarah dan mencatat penjelasan dari pemandu mengenai akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal di masa lampau.
Pembelajaran Berbasis Proyek (Output Artikel)
Tim Kelas Program Reguler menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki bobot akademis yang serius. Selama perjalanan, murid diwajibkan untuk:
- Melakukan observasi lapangan secara mendalam.
- Mengumpulkan data sejarah di lokasi.
- Menyusun artikel atau narasi sejarah singkat mengenai tempat-tempat yang dikunjungi sebagai laporan hasil perjalanan.
Nantinya, karya tulis tersebut akan dikumpulkan dan diberikan penilaian langsung oleh wali kelas pendamping masing-masing sebagai bagian dari nilai portofolio siswa.
Pesan Direktur Reguler
Direktur Reguler SMP An Nur, Bapak Agus Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal teori di dalam kelas, tetapi juga merasakan langsung “napas” sejarah di lapangan.
“Kami ingin siswa memiliki wawasan yang luas tentang bagaimana Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang damai dan santun. Dengan tugas menulis artikel, mereka dilatih untuk berpikir kritis dan mampu menuangkan pengalaman sejarah tersebut ke dalam sebuah karya tulis,” ujar Bapak Agus Susilo.
Melalui kegiatan ini, SMP An Nur berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akar sejarah dan karakter religius yang kuat.
Editor: Moch Shofwan Lokasi: Bululawang – Mojokerto
