• Rab. Apr 1st, 2026

SMP ANNUR Bululawang

Mencetak Generasi Milenial Sholihin Sholihat

Gandeng Polsek Bululawang, SMP Annur Bekali Siswa Baru Bahaya Perundungan di MPLS 2025

BySMP CAHAYA

Jul 17, 2025

MALANG (17/7) – Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, SMP Annur Bululawang menggandeng Kepolisian Sektor (Polsek) Bululawang untuk memberikan materi sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying). Kegiatan ini menjadi salah satu sesi prioritas dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi baru tahun ajaran 2025/2026, yang digelar pada Kamis, 17 Juli 2025.

Bertempat di aula utama sekolah, puluhan siswa baru tampak antusias menyimak pemaparan yang disampaikan langsung oleh perwakilan dari Polsek Bululawang. Materi sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa mengenai bahaya perundungan sejak dini.

Narasumber dari Polsek Bululawang, Ibu Wiwin, menjelaskan secara rinci berbagai bentuk perundungan, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan siber (cyberbullying) yang marak terjadi di era digital.

“Perundungan atau bullying bukanlah kenakalan biasa, melainkan tindakan yang dapat berdampak serius pada psikologis korban dan bahkan memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Ibu Wiwin di hadapan para siswa.

Beliau juga memberikan tips praktis kepada para siswa mengenai cara bersikap jika menjadi korban atau saksi perundungan. “Kami dari kepolisian mengimbau, jangan pernah menjadi pelaku. Jika kalian melihat atau mengalami perundungan, jangan takut dan diam. Segera laporkan kepada guru, wali kelas, atau orang tua. Sekolah dan kami akan melindungi kalian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MPLS SMP Annur 2025, Bapak Agus Eko, S.Pd., menyatakan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian ini merupakan komitmen sekolah untuk mewujudkan program “Sekolah Ramah Anak” dan “Zero Bullying”.

“Kami ingin sejak hari pertama menginjakkan kaki di SMP Annur, para siswa baru memahami bahwa sekolah ini adalah rumah kedua yang harus dijaga bersama. Tidak ada tempat untuk perundungan. Sesi ini sangat fundamental untuk membangun karakter siswa yang ber-akhlakul karimah, saling menghargai, dan berempati,” ujar Ibu Wiwin.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan rasa ingin tahu para siswa yang tinggi. Dengan adanya sosialisasi ini, SMP Annur Bululawang berharap dapat menekan potensi terjadinya perundungan dan menciptakan ekosistem pendidikan yang positif, sehingga para siswa dapat fokus belajar dan mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *