• Jum. Feb 20th, 2026

SMP ANNUR Bululawang

Mencetak Generasi Milenial Sholihin Sholihat

KMALANG (14/2) – Anggapan bahwa kehidupan pesantren hanya berfokus pada kajian kitab kuning kini kian terpatahkan. Tim basket putra SMP An-Nur sukses membuktikan taringnya dengan meraih Juara 3 dalam ajang tahunan bergengsi, Matsanema Development Basketball Day (MDBD) yang digelar di Kabupaten Malang baru-baru ini.

Keberhasilan ini menjadi catatan gemilang bagi sekolah berbasis pondok pesantren tersebut dalam peta persaingan bola basket tingkat pelajar.

Perjuangan Kolektif Tim Tangguh

Kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan para punggawa SMP An-Nur di lapangan. Nama-nama talenta muda yang menjadi motor penggerak tim dalam kompetisi ini antara lain:

  • M. Dzaky Akhdan P.
  • Misbahul Rizky
  • A. Septian Dwi
  • A. Irvan Trisatya
  • Mauzaki Nasuha K.
  • M.M. Zidnal Azam
  • M. Hilmy Putra

Sepanjang turnamen, tim SMP An-Nur menunjukkan performa yang stabil dan semangat pantang menyerah, meskipun harus berhadapan dengan sekolah-sekolah umum yang juga memiliki tradisi basket kuat di Malang Raya.

Pesan Direktur: Pemicu Semangat Talenta Lain

Prestasi luar biasa ini mendapat apresiasi langsung dari pihak yayasan dan kepala sekolah SMP AN-NUR. Direktur Idaman, Khozinalut Asror, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian para santri ini. Menurutnya, hasil ini adalah bukti nyata bahwa lingkungan pesantren bukan penghalang untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa murid yang berada di dalam lingkungan pondok pesantren bisa berprestasi di bidang olahraga. Semoga prestasi ini dapat memicu semangat talenta-talenta yang lain untuk terus berprestasi ke depannya,” ujar Khozinalut Asror.

Simbol Kebangkitan Olahraga Pesantren

Keberhasilan meraih podium di ajang Matsanema Development Basketball Day diharapkan menjadi momentum bagi SMP An-Nur untuk terus mengembangkan minat dan bakat siswanya. Pencapaian ini menegaskan bahwa dengan kedisiplinan santri dan pembinaan yang tepat, prestasi di tingkat kabupaten hingga nasional bukanlah hal yang mustahil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *