• Jum. Jul 24th, 2026

SMP ANNUR Bululawang

Mencetak Generasi Milenial Sholihin Sholihat

Perkuat Ikatan Lahir Batin, PP. Wisata ANNUR 2 Al-Murtadlo Gelar Istighosah dan Tausiyah Bersama Guru SMP ANNUR

BySMP CAHAYA

Jul 24, 2026

MALANG (24/7) – Pondok Pesantren Wisata ANNUR 2 Al-Murtadlo kembali menunjukkan kedekatan dan kepedulian yang mendalam terhadap para tenaga pendidik di lingkungan lembaga formalnya. Pada Jumat Pahing, 24 Juli 2026, sinergi spiritual ini diwujudkan melalui kegiatan rutin bulanan yang berlangsung khidmat di Musholla Nurul Jadid SMP ANNUR.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dewan guru SMP ANNUR ini diawali dengan pembacaan istighosah yang dipimpin langsung oleh KH. Samsul. Suasana religius menyelimuti musholla saat lantunan doa dan zikir bersama dipanjatkan, memohon kelancaran serta keberkahan dalam mengemban amanah sebagai pendidik.

Setelah istighosah, acara dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh KH. Fathul Bari. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya meluruskan pola pikir (mindset) seorang Muslim dalam menghadapi kehidupan dan mendidik generasi muda.

Meluruskan Pola Pikir: Jangan Salahkan Waktu dan Keadaan

KH. Fathul Bari mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam kebiasaan menyalahkan hari, angka, tempat, atau zaman atas kegagalan yang dialami.

“Dalam Islam, semua hari adalah baik. Ada yang baik, dan ada yang terbaik. Maka sesungguhnya tidak ada hari maupun malam yang tidak baik,” tegas beliau.

Beliau menambahkan bahwa orang yang sering mencari kambing hitam atas masalahnya—baik menyalahkan hari maupun lingkungan—adalah cerminan dari pribadi yang kurang bertanggung jawab akibat kebiasaan yang buruk.

“Barang siapa yang mencela zaman, maka sama saja dia mencela Tuhannya. Sebagai manusia, tugas kita bukanlah menyalahkan keadaan, melainkan terus berintrospeksi diri untuk menjadi lebih baik,” lanjut KH. Fathul Bari.

Pesan juga disampaikan terkait pola asuh dan pendidikan anak. Beliau mengimbau agar para orang tua dan guru tidak mengaitkan kekurangan atau kenakalan anak dengan hari atau bulan kelahirannya. Cara berpikir mistis dan deterministik seperti itu dinilai sebagai sisa-sisa pemikiran Jahiliyah yang harus ditinggalkan.

Dahsyatnya Doa dan Menjemput Hidayah Melalui Nasihat

Lebih lanjut, KH. Fathul Bari menggaris bawahi bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan di sekolah tidak semata-mata bergantung pada rancangan program kerja yang hebat.

  • Faktor Penentu Keberhasilan: Keberhasilan sejati lahir dari kekuatan doa. Melalui doalah, Allah SWT turun tangan memberikan kemudahan. Kegiatan istighosah rutin ini merupakan bagian nyata dari ikhtiar batin guru SMP ANNUR agar segala program sekolah dimudahkan oleh Allah.
  • Proses yang Tidak Instan: Mendidik anak tidak seperti membalikkan telapak tangan. “Apabila ada anak didik yang bandel, jangan pernah lelah untuk menasihati,” pesan beliau. Keberhasilan pendidikan adalah akumulasi dari nasihat yang konsisten, motivasi yang tulus, dan untaian doa guru secara terus-menerus. Sebab, hidayah adalah rahasia Allah dan tidak ada yang tahu kapan pintu hati sang anak akan diketuk.

Ilmu Manfaat: Ladang Pahala di Akhirat

Menutup tausiyahnya, KH. Fathul Bari memberikan motivasi besar kepada para guru SMP ANNUR agar memandang profesi mereka melampaui sekadar pekerjaan duniawi. Ilmu bermanfaat yang ditransfer kepada murid hari ini adalah investasi terbesar yang akan menyelamatkan dan menjadi ladang pahala bagi para guru di akhirat kelak.

“Oleh karena itu, menjadi guru jangan pernah lelah. Jangan lelah menasihati, jangan lelah mendidik, dan jangan lelah mengarahkan anak didik dengan cara yang baik,” pungkas beliau penuh optimisme.

Kegiatan Jumat Pahing ini tidak hanya menyegarkan spiritualitas para guru, tetapi juga mempertegas komitmen PP. Wisata ANNUR 2 Al-Murtadlo untuk selalu hadir menguatkan mental, spiritual, dan kompetensi para pejuang pendidikan di SMP ANNUR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *