BULULAWANG (21/6) – Pekan Olahraga Siswa (POS) ke-67 SMP An-Nur tahun ini tampil beda dan lebih berwarna dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat di bidang ketangkasan fisik, POS ke-67 ini secara berani melakukan terobosan baru dengan mengintegrasikan cabang lomba seni ke dalam rangkaian acara.
Selain mempertandingkan berbagai cabang olahraga prestasi dan keseruan kompetisi permainan tradisional yang selalu dinanti, POS ke-67 juga resmi menggelar lomba Baca Puisi dan Menyanyi. Langkah ini diambil untuk memberikan wadah yang lebih luas bagi para siswa yang memiliki potensi besar di bidang seni budaya.
Sentuhan Baru di Bidang Seni Musik
Hadirnya cabang lomba menyanyi membawa atmosfer yang benar-benar segar pada POS tahun ini. Pihak panitia sengaja memberikan sentuhan baru, khususnya dalam seni musik, guna meningkatkan standar kompetisi dan kreativitas performa para peserta di atas panggung.
Daya tarik utama dari kompetisi seni ini juga terletak pada deretan dewan juri yang dihadirkan. Tidak main-main, SMP An-Nur mendaulat Bapak Silakhul Hadi dan Bapak Nasrulloh sebagai tim penilai. Rekam jejak dan totalitas kedua juri ini dalam dunia seni musik sudah tidak diragukan lagi, sehingga menjamin penilaian yang objektif, berbobot, sekaligus edukatif bagi para peserta.
“Tahun ini kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. POS bukan lagi sebatas kompetisi fisik, melainkan ruang seimbang di mana olah tubuh berpadu harmonis dengan olah rasa lewat seni musik dan sastra,” ujar Azam salah satu perwakilan panitia.
Kombinasi Olahraga dan Kelestarian Budaya
Meski menyajikan warna baru di bidang seni, esensi utama POS sebagai ajang olahraga tetap terjaga kuat. Semangat sportivitas meluap di lapangan melalui berbagai pertandingan olahraga formal. Di sisi lain, gelaran permainan tradisional juga sukses memancing gelak tawa dan antusiasme tinggi, sekaligus menjadi upaya nyata sekolah dalam melestarikan warisan budaya lokal kepada generasi zilenial.
Melalui POS ke-67 yang penuh inovasi ini, SMP An-Nur membuktikan komitmentnya dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik secara holistik—baik dalam aspek kesehatan, sportivitas, mental juara, hingga kepekaan estetika seni.
