Gema Adzan untuk kita

*Pesantren dan Adzan.*

Dahulu kala, disaat saya masih kecil
Masjid Al- Murtadlo yang hanya berukuran 13 x 18 Meter, ukuran tersebut hingga sampai sekarang.
Petugas Adzan atau Muadzinnya pun dipilih langsung oleh beliau Romo Kyai. Hingga saat ini, tidak boleh sembarang anak yang adzan di masjid Al-Murtadlo.
Dahulu yang pernah saya ingat diantara Muadzinnya adalah Cak Slamet Wager, sekarang alhamdulillah mempunyai TPQ kecil-kecilan dibuat untuk anak desa mengaji.
Kemudian Pak Dzulkifli bertempat di Singosari, saat ini menjadi tenaga pengajar SMP AnNur, pulang pergi dari Singosari ke Bululawang. Kemudian Cak Lutfi Kasri Putra Alm. Bpk. Mustofa Ahli Pemotretan dan Fotografer. Hingga berlanjut sampai saat ini Pak Suaidi Gondanglegi. Dulu pernah menjadi Guru SMP, karena di rasa kurang maksimal untuk menjalankan tugas ke-Muadzinannya sekarang di tugasi sebagai kepala kamar dan khusus bagian Adzan lima waktu di Masjid Al Murtadlo. Bahkan ketika liburan pondok, pak suaidi pun tidak diperkenankan pulang. Kalau ingin pulang bisanya bakda isya dan subuh sudah mengumandangkan suaranya di TOA Speaker heheheh…..

Semoga Tukang Adzan di Pesantren Hidupnya dimakmurkan dan segala kesalahannya di hapuskan. Seperti Sabda Nabi.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَغْفِرُ اللَّهُ لِلْمُؤَذِّنِ مُنْتَهَى أَذَانِهِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ سَمِعَ صَوْتَهُ

Dari Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah mengampuni sang Muadzin sepanjang adzannya selesai, dan setiap sesuatu yang basah dan kering, yang mendengar suaranya, akan memintakan ampun baginya.”

SubhanaAllah
……

Ahmad Zainuddin Bad.

Facebook Comments

comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *