Gerakan Literasi dan Kitab Suci

Indonesia dikenal dengan Bangsa yang Berbudi Pekerti Luhur oleh bangsa-bangsa yang lain sejak dahulu kala. Seiring dengan pergeseran zaman, identitas tersebut semakin aus bak ditelan ombak. Sehingga pemerintah dirasa perlu mengembalikan jati diri bangsa yang sangat berharga itu.

Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, pemerintah melalui kemdikbud meluncurkan sebuah gerakan yang disebut Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan ini bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat

Praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).   GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan

GLS merupakan satu terobosan yang sangat tepat mengingat dua kegiatan ini (membaca dan menulis) merupakan salah satu perintah utama di Kitab Suci Al Qur’an. Di wahyu pertama kali turun, Allah memerintahkan umat-Nya untuk membaca dan menulis seperti yang termaktub di Surat Al A’la ayat 1 :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1)

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan

dan kemudian dikuatkan dengan perintah anjuran untuk menulis yakni pada ayat ke 4 :

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4)

(4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis).

dari dua ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT menganjurkan kita untuk senantiasa membaca supaya menjadi manusia yang berilmu dan dapat mengamalkan ilmu tersebut kepada orang lain. Membaca saja tidak cukup butuh namanya menulis apa yang sudah kita baca, tentunya dengan pengetahuan yang sudah dikembangkan dari bacaan tersebut. Setelah itu supaya tidak hilang ataupun lupa maka sangat dibutuhkan menulis apa yang telah kita baca seperti atsar ulama’ :

Di dalam sebuah atsar disebutkan:
قيدوا العلم بالكتابة

“Ikatlah ilmu itu dengan tulisan.” [Riwayat Al Hakim (1/106) dari Umar bin Khaththab dan Anas bin Malik secara mauquf. Atsar ini shahih].

Dari penjelasan di atas sangat jelas sekali bahwa Gerakan Literasi Sekolah merupakan pengejawentahan dari perintah di Kitab Suci yang telah diperintahkan 1400 tahun lalu. Kita membaca dan menulis berarti kita melaksanakan perintah Al Qur’an. Melaksanakan anjuran perintah Allah SWT merupakan suatu pahala Kebaikan. Maka dari itu mari kita menggiatkan Membaca dan Menulis demi menjaga eksistensi Budi Luhur Penerus Bangsa

Marzuq

Bululawang, 21 September 2016

Facebook Comments

comments

2 Comments

  1. ahmad fu

    Sae niku

    Reply
    1. moch effendi (Post author)

      Salim pak… :p

      Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *