google-site-verification: google22b66ee4c83295c7.html

Kilau Dua Piala SMP AN NUR di Penghujung Tahun

Dua piala bercat emas itu dengan bangga ia berikan kepada kedua orang tuanya. Memang ia tidak hadir sebagai yang nomor satu. Tapi, ia berhasil membuat orang tuanya terharu dan hampir menitikkan air mata. Meraih dua penghargaan sekaligus : peringkat tiga sebagai wisudawan terbaik dan wisudawan teladan.

Sebuah kejutan bagi Fikri Nadlif ketika namanya disebut sebagai wisudawan terbaik. Lebih terkejut lagi, namanya masuk nominasi wisudawan teladan. Dan benar saja, ia memenangkan nominasi itu. Dengan merapikan terlebih dahulu baju toganya yang sedikiat berantakan, ia naik panggung acara Wisuda Bersama MI, MTs dan SMP An-Nur yang dilaksanakan di gedung aula Ya-Qowi. “Tadi toga masih berantakan, karena memang nggak yakin nama saya dipanggil,” ujar santri kelahiran 21 Maret 2003 itu.

Menjadi wisudawan terbaik artinya ia meraih total nilai ujian yang lebih tinggi dari siswa lainnya. Sebenarnya, ini bukan sebuah kejutan baginya. Karena, dari 7 kali ujian Try Out, ia berhasil dua kali meraih nilai tertinggi di mata pelajaran Matematika dan dua kali juga di mata pelajaran IPA.

Hafal Karena Biasa

Ia yang kini melanjutkan studinya di SMA An-Nur itu memang memfavoritkan pelajaran matematika dan IPA, khususnya di fisika. Ihsan Khoironi, teman sebangkunya, menyatakan demikian. Di kelas ia dikenal sebagai siswa rujukan pada dua mata pelajaran tersebut. “Nadlif pandai matematika, dia punya buku kecil khusus untuk merangkum rumus-rumus” ujar Khoir.

Nadlif sendiri punya cara belajar yang tidak jauh berbeda dengan temannya. Tapi, yang sedikit berbeda, dia tak membiarkan waktu luangnya terbuang sia-sia. Setiap jam istirahat, ia menemui Pak. Ali Wafa, wali kelasnya, untuk bertanya seputar pelajaran matematika.

Dibalik kepandaiannya, ternyata ia bukan pengingat yang handal. Ia mengaku sulit untuk menghafal rumus-rumus. “Saya memang lemah di hafalan, maka dari itu, rumus-rumus itu bisa hafal karena sering mencoba.” Katanya.

Naik Turun Prestasi

Melihat 3 tahun yang lalu, ketika baru masuk SMP, Nadlif adalah siswa di kelas 7B, dimana ada satu kelas yang lebih unggul, 7A. Namun, berkat dua kali meraih peringkat satu di ujian semester, di kelas 8, ia berpindah ke kelas A.

Naik ke kelas A bukan berarti prestasinya meningkat. Ia mengaku minder dihadapkan dengan teman-teman barunya yang dianggapnya jauh lebih pandai. Sehingga, rasa malas menyelimutinya di tahun itu. “Selama kelas 8 itu, saya selalu ada di rangking sepuluh ke atas.” Ujar santri asal Kec. Wagir, Kab. Malang itu.

Namun, semangat berprestasinya bangkit kembali setelah ia bertemu dengan wali kelasnya di kelas 9, Bpk. Ali Wafa. “Bertemu Pak. Ali, buat saya kembali semangat belajar, nggak hanya mengajar, beliau juga memberikan banyak motivasi.” akunya.

Meneladan Wisudawan Teladan

Kembalinya semangat yang lama pudar, mengantarkannya menjadi siswa yang semangat, optimistis, dan aktif. Bangku terdepan deret nomor dua dari meja guru itu menjadi saksi bisu ketekunannya dalam belajar.

Faras, yang satu kelas dengannya, mengatakan ia punya banyak buku persiapan menghadapi ujian yang dipelajarinya semua. “Dia punya paman yang menjadi guru, dan dari pamannya itu ia mendapatkan banyak buku,” ujarnya.

Mendapat nilai baik tidak cukup sebagai tolak ukur menjadi wisudawan teladan. Pencerminan ahlak keseharian, merupakan faktor yang lebih dibanding deretan angka nilai ujian. Untuk menentukan nominasi dan pemenang siswa teladan, para guru SMP An-Nur mengadakan voting. “Para guru mengadakan voting untuk menentukan siswa teladan, karena nilai keseharian juga penting di sini,” ujar Pak. Soim As’ari, selaku Kesiswaan.

Hasilnya pun benar, ia dipilih sebagai wisudawan terbaik dan memperoleh dua penghargaan di akhir masa belajarnya di SMP. Meskipun ia masih saja kalah dengan Rizal Syamsuddin, peroleh peringkat satu wisudawan terbaik. Ia tak pernah menyerah

Facebook Comments

comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.